IPTP, why?

Sebelumnya tidak pernah terfikirkan oleh saya untuk masuk ke ipb apalagi jurusan iptp. Ketika di sma kelas 3 saya belum ada gambaran untuk masuk perguruan tinggi yang mana. Dan belum ada gambaran jurusan apa yang akan saya minati, dibenak saya jurusan apa saja yang penting banyak hitungannya karena saya menyukai pelajaran yang menggunakan logika bukan hafalan. Segala doa sudah dipanjatkan untuk mendapatkan jurusan yang saya inginkan dan sesuai dengan minat saya. Tetapi semua telah berbalik 180o, pelajaran yang dulu paling tidak saya ingin temui lagi saat saya kuliah ternyata sekarang selalu berada disekitar saya dan harus dipelajari. Aneh tapi inilah kehidupan, berbagai cara telah dilakukan untuk pindah dari jurusan ini tapi Allah tidak menghendakinya.

USMI? Berawal dari keisengan belaka dan sekarang menjadi tidak bisa lepas dari sini. Mengingat pertama kali pengumuman usmi sangat menyedihkan…………T_T

Bukan hanya Ayah yang tidak setuju tapi juga kakak dan guru kimia di SMA, bukannya senang diterima di Ipb tapi malah menangis berhari-hari seperti dilanda badai besar. Untungnya selalu ada Bunda yang selalu mendukung segala keputusan saya so sweeeeeettt.

Stop!!! Sudah dulu sedihnya sekarang klo ditanya kenapa ngambil IPTP? Jawabannya tersesat! Sebenarnya dulu pengen ngambil INTP tapi ya sudahlah semua sudah terjadi sekarang tinggal menjalani aja dan saya mulai enjoy menjalani semuanya sedikit demi sedikit. Bayak teman-teman yang baik yang saya temui di sini, mungkin kalo saya engk di IPB saya tidak  akan menemukan teman-teman seperti mereka. Dan akhirnya saya pun mulai terbiasa dengan fapet dan isinya (Sapi, kambing, kuda, unggas, kotoran, telur, dll). Semoga disini saya menemukan siapa saya……………

Posted in Uncategorized | Leave a comment